Aisyah baru saja menutup Al-Quran di tangannya saat ia telah menyelesaikan bacaannya. Ia kemudian menautkan kedua tangannya dan menengadahkan kepala ke atas, bersimpuh tanpa daya upaya di atas hamparan sajadah. Ia menyebutkan nama Raihan dalam doa nya, memintanya untuk di jadikan takdirnya, jodohnya dan imamnya. Perasaannya semakin hari semakin melabuh tinggi dan harapannya semakin besar pada Raihan. Hampir setiap bertemu, ia hanya mampu mencuri pandang pada Raihan. Dan ia ingin hatinya ini mendapatkan kepastian. Dan Aisyah berharap Allah segera memberikan jawaban untuk cinta dalam diamnya itu. Aisyah menyelesaikan doa nya, dan termenung sesaat sampai sebuah ketukan pintu menyadarkannya. “Ais, ada tamu di depan,” seru Amierra. “Iya Umi,” jawab A

