Jam pelajaran kedua sampai terakhir hari ini Rania tidak bisa berkutik sama sekali, gadis itu diam karena ada Arsha di belakangnya. Jika biasanya Fabian selalu mengajaknya berbicara, kini cowok itu duduk di belakang. Masih sama, Fabian juga sejak pagi selalu memberikan kode pada Rania agar secepatnya ikut pindah kebelakang bersamanya. Namun, Rania tidak mungkin menurut. Bukan karena senang ada Arsha, tapi karena gadis itu tidak suka duduk di bangku paling belakang. Menurutnya, akan terasa sulit memahami materi karena suara sang guru tidak begitu jelas dari belakang. Selain itu, Rania lebih suka duduk di bangku depan karena bisa melihat jelas tanpa terhalang teman temannya yang lain. "Ran, ke kantin yuk." Itu suara Fania, awalnya Rania ingin ikut tapi teringat jika Arsha seharian ini juga

