"Muka kusut banget, enggak di kasih jatah uang bulanan sama bokap lo?" tanya Fabian, yang baru saja duduk di samping Arsha. Baru saja datang, tanpa menunggu aba aba dari Arsha Fabian langsung mengambil toples yang berisi kue kesukaan Arsha. Jika saja mood Arsha sedang baik, sudah pasti akan ada toples melayang. Bukannya menjawab pertanyaan Fabian, Arsha mencoba menghubungi seseorang. Siapa lagi kalau bukan Rania, gadis itu masih marah perihal kesalahpahaman cokelat tadi pagi. "Kemana sih? Ck, sok sibuk banget jadi orang." Sudah lebih dari satu jam Arsha mencoba menghubungi Rania, tapi tidak ada jawaban. "Gue enggak kemana mana." Sahut Fabian. "BUKAN LO!" Fabian mengusap dadanya dengan sabar, jika diperhatikan Arsha seperti gadis yang sedang datang bulan. Jika salah berbicara pasti a

