Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi tidak membuat gadis cantik itu terlelap. Bukannya merasa kantuk, Rania malah tidak bisa tidur. Ada hal yang membuat Rania tidak bisa tidur, siapa lagi kalau bukan Arsha. Gara gara membaca tulisan Arsha berulang kali, di tambah dengan melihat boneka Doraemon yang tadi Arsha berikan membuatnya merasa bersalah. Ini seperti bukan Rania, biasanya gadis itu cuek dan tidak peduli apapun yang terjadi pada Arsha. Namun, kali ini Rania merasa bersalah. Bagaimana bisa Rania malah memilih menonton pertandingan basket sementara Arsha sedang terbaring lemah tidak berdaya. "Apa gue jahat banget ya sama Arsha? Tapi kan gue enggak tahu kalau dia lagi sakit, ih gue kenapa sih?" Rania menutupi wajahnya dengan selimut, sungguh gadis itu ingin mendengar suara A

