Siang itu, satu persatu karyawan peruhaan Will Enterpreses memasuki gedung, mereka berjalan cepat untuk mengikis waktu jam masuk yang tinggal beberapa menit lagi jam istirahat mereka berakhir. Orang-orang mulai duduk dan menyalakan komputer mereka lagi dan kembali kepada kesibukan. Sang pemilik perusahaan itu, Lucas William. Dia sudah kembali lebih awal dan kini tengah berbicara dengan tamu pentingnya. Lain hal dengan kegiatan di perusahaan itu, di seberang jalan terdapat hotel mewah yang tampak kokoh menyaingi gedung di depannya. Di bawah sana lalu lalang kendaraan memadati jalanan. Armin keluar dari taksi yang di tumpanginya, pakaiannya nampak lebih santai namun memeluk sebuah bucket mawar dan sekotak besar cokelat. Ia melangkahkan kakinya memasuki hotel dengan santai tanpa beban.

