Setelah jam mengajarnya selesai, Dira terburu-buru menghampiri Gusti. Maklum bos menuju tua Indira itu akhir-akhir ini seperti ninja, suka hilang tiba-tiba. "Gus, aku mau ngasih surat" "Surat apa? Perasaan surat undangan kamu udah sebulan yang lalu kamu kasihkan. Udah expired juga. Mau ngasih surat nikah yang ke dua?" Seloroh Gusti. "Sembarangan" Jawab Indira sambil meniju sebelah lengan Gusti yang ternyata mental karena lengan Gusti isinya lemak semua. "Ayo ikut" Dira membuntuti Gusti ke ruang kerja pria itu. Dira mengeluarkan amplop coklat. "Tumben ngasih uang" ucap Gusti girang. Indira memutar bola matanya "Ya kali pak anak buah ngasih bos uang. Yang ada itu harusnya bos yang ngelemparin anak buah pakai uang" Gusti tertawa "lalu ini apa?" "Baca aja lah Gus. Udah ditulis inda
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


