EPILOG

1715 Kata

Setelah jam mengajarnya selesai, Dira terburu-buru menghampiri Gusti. Maklum bos menuju tua Indira itu akhir-akhir ini seperti ninja, suka hilang tiba-tiba. "Gus, aku mau ngasih surat" "Surat apa? Perasaan surat undangan kamu udah sebulan yang lalu kamu kasihkan. Udah expired juga. Mau ngasih surat nikah yang ke dua?" Seloroh Gusti. "Sembarangan" Jawab Indira sambil meniju sebelah lengan Gusti yang ternyata mental karena lengan Gusti isinya lemak semua. "Ayo ikut" Dira membuntuti Gusti ke ruang kerja pria itu. Dira mengeluarkan amplop coklat. "Tumben ngasih uang" ucap Gusti girang. Indira memutar bola matanya "Ya kali pak anak buah ngasih bos uang. Yang ada itu harusnya bos yang ngelemparin anak buah pakai uang" Gusti tertawa "lalu ini apa?" "Baca aja lah Gus. Udah ditulis inda

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN