SEPULUH

1749 Kata

"Pak beneran mau nyari cincin?" "Hm" Fix jiwa Azka udah kembali ke raganya ini. Yang kemaren-kemaren beneran kesurupan. "Pak kawankan saya belanja bulanan aja. Kita ke supermarket terdekat. Eh tapi terjauh juga nggak apa sih, biar kebersamaan kita lebih lama" ucapku sambil nyengir namun ternyata dikacangin. Meskipun dikacangin, ternyata mobil Azka berhenti disalah satu mall terdekat. Begitu sampai mataku pun otomatis jelalatan mencari jodohku. Siapa tau kan jodohku lagi keselip disalah satu sudut mall ini. Saking asiknya jelalatan, tiba-tiba Azka menarikku menuju kesalah satu sudut ruangan besar dengan tulisan Hypermart yang besar pula. Akupun melupakan niat sampinganku yang muncul dadakan itu; mencari jodoh. Aku menyuruh Azka mencari yang putih alami bukan yang menggunakan pemuti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN