“Sebenarnaya ada apa dengan orang tua Stefan?” tanya Sam tak sabar. Ekspresi Du Ze tidak menggambarkan sesuatu yang baik. Sam dan Du Ze memang tidak terlalu dekat sampai ke tahap saling mengenali ekspresi, tapi Du Ze itu seperti buku yang terbuka. Mudah sekali terbaca, bahkan untuk orang-orang yang baru bersamanya sebentar. Lagipula, Du Ze bukan tipe orang yang gampang menyembunyikan ekspresinya. Du Ze menatap Sam ragu. -11111 “Lidya itu, Black Leg.” Jawab Du Ze pelan. “Hah? Apa itu?” Sam bingung tentu saja. Du Ze menghela napas. -11111 “Berjanjilah pada gue kalau lo nggak bakal kaget kalau gue ngomong soal dia. Serius, gue beneran ragu buat ngomongin ini.” Ujar Du Ze serius. Sam mengangguk. Raut kebingungan tercetak jelas di

