“Gue nggak tau apa tujuan mereka nyari hal yang sama kayak gue. Tapi gue yakin kalau tujuan mereka pasti berhubungan dengan gue.” Sam menopang dagu. Du Ze mendecih. Sam tidak tahu juga mengapa Du Ze seakan begitu membenci Fleur. Kalau dia membenci Ren mungkin masih wajar. Tapi Fleur? Gadis itu selalu bertingkah baik di depan keluarganya. Sam bahkan pernah terpana ketika mereka pertama kali bertemu waktu itu. Sorot mata gadis itu begitu memikat, dan Sam yang dingin seperti ini saja sempat terpikat oleh sorot matanya. -00889 “Gue nggak peduli ya apa urusan mereka sama lo. Gue cuma risih dengan kelakuan mereka. Maksud gue, oh ayolah! Kenapa mereka senekat itu ngelakuin hal kayak gini ke keluarga kami? apa mereka nggak mikir konsekuensinya?”

