Bagian 11

1274 Kata
Bibi Yin segera merebus obat untuk Putri Wu Zetian, dan dia segera membawanya ke kamar Putri Zetian. "Putri, silahkan diminum obatnya" kata Bibi Yin. "Taruh saja dimeja, Bi" jawab Putri Zetian lirih. "Putri, untung saja kita masih bisa menyelamatkan obat herbal yang berharga. Kalau tidak mungkin kita akan semakin menyesal." kata Bibi Yin sambil memijat bahu Putri Zetian. "Aku hanya tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Yuanshun,Bi. Tanah itu sudah sangat rusak dan sudah tidak bisa ditanami lagi. Kalaupun bisa itu akan sangat lama, karena butuh proses untuk mengolah kembali. Sedangkan kita sangat membutuhkan obat-obatan itu untuk membantu menyembuhkan penyakit rakyat yang tidak mampu" jawab Putri Zetian geram. "Tenang saja, Putri. Aku akan mencari cara bagaimana tanah itu bisa berguna lagi" kata Putra Mahkota tiba-tiba. Bibi Yin segera membungkuk dan meninggalkan Putri Zetian dan Putra Mahkota untuk berbincang. "Hamba sangat sedih, mengapa begitu jahatnya mereka berbuat seperti ini padaku. Apa salahku saja aku tidak tahu, mengapa mereka seperti ini terhadapku?" kata Putri Zetian sambil berlinang air mata. "Tenang saja, Putriku. Aku akan mencari tahu apa yang menyebabkan mereka sangat suka menyelakakanmu. Tapi aku meminta kamu untuk berpura-pura tidak tahu, aku akan memainkan sandiwara untuk mencari kebenarannya." jawab Putra Mahkota. "Aku sangat marah, Pangeran. Aku sangat membenci, tetapi aku tidak mau membuat Ayahanda Raja sakit karena semua ini." kata Putri Zetian. Putra Mahkota tersenyum, dia tahu kalau hati Putri Zetian sangatlah baik dan bijaksana. Dia tidak mau membuat orang disekitarnya yang dia sayang menjadi terluka karena dia. Itulah salah satu sikap dan sifat yang disukai oleh Putra Mahkota dari Putri Zetian. "Baiklah aku akan keluar ruangan, dan akan segera memainkan sandiwara ini. Kamu istirahat saja Putriku. Aku selalu menyayangimu" kata Putra Mahkota sambil mencium dahi Putri Zetian. Putri Zetian terkejut dengan perlakuan Putra Mahkota dia malu dan mukanya bersemu merah. Putra Mahkota melihatnya dan menjadi sangat tertarik untuk mengerjai Putri Zetian. "Sudah, Pangeranku. Sana kamu pergi" jawab Putri Zetian dengan malu. Putra Mahkota tertawa karena senang bisa mengerjai Putri Zetian. Lalu Putra Mahkota pergi keluar ruangan Putri Zetian. Diluar ruangan Putri Zetian masih ada Raja Li Zhi dan Putri Wu Yuanshun beserta pelayannya. Putri Wu Yuanshun melihat dengan seksama reaksi Putra Mahkota yang keluar dari ruangan Putri Zetian. Dia senang karena Putra Mahkota terlihat seperti marah. "Akhirnya bisa terbalaskan rasa sakit hatiku ini Zetian hahaha..." kata Putri Wu Yuanshun dari dalam hati. Putri Wu Yuanshun mendekati Putra Mahkota dan berusaha menghibur Putra Mahkota. "Putra Mahkota, hamba mohon Putra Mahkota bersabar untuk menghadapi Putri Zetian. Dia baru sakit kemungkinan dia tidak stabil emosinya" kata Putri Yuanshun. "Aku sudah cukup bersabar, tetapi kenapa dia masih seperti itu? Apa dia tidak pernah menganggapku sebagai calon suaminya?" jawab Putra Mahkota dengan emosi. "Sabarlah, Putra Mahkota. Putri Zetian memang seperti itu, suka seenaknya sendiri dengan pemikirannya. Apalagi dia sedang mengalami musibah seperti ini pasti dia sangat marah dan sedih" kata Putri Yuanshun menyakinkan Putra Mahkota. Putra Mahkota memasang muka marah dan kecewa, akan tetapi di dasar hatinya dia begitu muak dengan perilaku Putri Wu Yuanshun. "Raja Li Zhi, saya pamit." kata Putra Mahkota "Silahkan, Yang Mulia Putra Mahkota" jawab Raja Li Zhi. Putra Mahkota beserta Pengawal Lian bergegas keluar untuk pulang ke Kerajaan Lin Hua. Putri Wu Yuanshun yang melihat Putra Mahkota keluar segera ikut menyusul untuk mendekati Putra Mahkota. "Putra Mahkota, tolong tunggu sebentar" kata Putri Yuanshun. "Ada apa Putri?" jawab Putra Mahkota. "Putra Mahkota, mari saya antar ke depan" kata Putri Yuanshun. "Terima Kasih, Putri" jawab Putra Mahkota. "Putra Mahkota, bersabarlah dengan keadaan yang sekarang ini. Mungkin sebentar lagi dia akan kembali seperti semula" hibur Putri Yuanshun. "Entah sampai kapan dia seperti itu, sikapnya sangat buruk. Aku menyesal ingin menikahinya" kata Putra Mahkota menyakinkan. Putri Wu Yuanshun tersenyum, dia berpikir bahwa inilah saatnya dia untuk maju dan mendapatkan Putra Mahkota. "Lebih baik Putra Mahkota memikirkan ulang untuk menikahi Putri Wu Zetian dan mencari perempuan yang lain untuk dinikahi" jawab Putri Yuanshun dengan senyum. "Betul juga ya, kenapa tidak terpikirkan olehku. Apakah Putri Yuanshun memiliki kenalan seorang gadis yang cocok untukku?" tanya Putra Mahkota. "Ehmm, menurut Putra Mahkota apakah aku ini tidak pantas mendampingi Putra Mahkota?" kata Putri Yuanshun malu - malu. "Hmmm... Sangat pantas sekali Putri. Anda sudah cantik, baik, berbudi luhur dan sopan" jawab Putra Mahkota. "Bagaimana kalau aku yang menggantikan Putri Wu Zetian, Putra Mahkota?" tanya Putri Yuanshun. "Apakah Anda mau menggantikan posisi Putri Wu Zetian?" tanya Putra Mahkota. "Sejak dulu aku hanya menyukaimu, Putra Mahkota. Tiada laki - laki lain yang aku cintai" jawab Putri Yuanshun penuh harap. "Baiklah, kalau begitu Anda bisa mencoba menggantikan posisi Putri Yuanshun" jawab Putra Mahkota. "Hahh? Benarkah?? Aku tidak mimpi?" tanya Putri Yuanshun. "Tidak, kamu tidak bermimpi sama sekali Putri Yuanshun" jawab Putra Mahkota. "Oh senangnyaaa, akhirnya Dewa mendengarkan do'aku" kata Putri Yuanshun. Putri Yuanshun dan Putra Mahkota saling berpegangan tangan berdiri berhadapan dan senyum merekah dimulut mereka. "Baiklah Putri, aku pulang ke Istana Lin Hua dulu. Semoga kau mimpi indah" kata Putra Mahkota sambil mengelus pipi Putri Yuanshun. "Hati - hati dijalan, Putra Mahkota" jawab Putri Yuanshun. Kemudian Putra Mahkota dan Pengawal Lian pergi meninggalkan Putri Yuanshun yang entah sedang memikirkan apa. "Yang Mulia, apakah ini tidak terlalu berbahaya? Andaikan Putri Zetian tahu, apakah beliau tidak akan marah?" tanya Pengawal Lian. "Jangan khawatir, Putri Zetian sudah tahu bahwa aku melakukan sandiwara ini. Walau ini sangat menyakitkan buat Putri Zetian dan aku. Tapi ini jalan satu - satunya untukku menghukum Putri Yuanshun" jawab Putra Mahkota. "Baik, Yang Mulia. Hamba paham apa yang Yang Mulia lakukan, bahwa ini semua buat Putri Zetian" kata Pengawal Lian. "Jangan sampai lengah untuk menjaga Putri Zetian, Lian. Jaga dia baik - baik untukku" perintah Putra Mahkota. "Hamba laksanakan, Yang Mulia" jawab Pengawal Lian. Kemudian Putra Mahkota dan Pengawal Lian melajukan kuda nya ke arah Kerajaan Lin Hua. Putra Mahkota memiliki beberapa masalah di Kerajaan Lin Hua untuk diselesaikan. Sedangkan Pengawal Lian memiliki tugas yang rahasia dari Putra Mahkota, yaitu menjaga Putri Zetian. Putri Yuanshun tertawa senang di dalam kamarnya. Dia gembira dengan apa yang sudah dia lakukan. "Ha ha ha ha akhirnya aku berhasil mendapatkan Putra Mahkota. Rasakan kau Zetian, kau akan menderita melihat kebahagiaanku dan Putra Mahkota. Ha ha ha ha" Putri Yuanshun sangat bahagia. Lain di paviliun Putri Zetian. Terlihat Putri Zetian duduk bersemedi, dia melatih tenaga bela dirinya. Meridian yang ada ditubuhnya dia latih hingga sampai ke meridian ke 5. Dan itu membuat dia menjadi segar dan lebih bertenaga. "Putri, apa yang sekarang kita lakukan?" tanya Bibi Yin. Mata Putri Zetian terbuka perlahan. "Kita rawat obat herbal yang kita tanam dan sudah kita sembunyikan, kita harus mencari tempat lain yang sangat tersembunyi dan aman" jawab Putri Zetian. "Lalu kita akan mencari dimana Putri?" tanya Bibi Yin. "Tenang saja Bibi, Putra Mahkota akan membantu kita" jawab Putri Zetian. Dari luar terdengar suara berlarian kecil datang ke paviliun. "Putri, Hamba melapor" kata pelayan itu. "Masuklah" jawab Putri Zetian dari dalam paviliun. Kemudian pelayan itu masuk dan terlihat wajahnya pucat dan gemetar diseluruh tubuhnya. "Putri, di Istana ada desas desus bahwa Putra Mahkota dan Putri Yuanshun sedang menjalin hubungan" kata Pelayan terbata - bata. "Jangan hiraukan, dengarkan saja dan laporkan padaku setiap kamu mendengarnya. Sekarang kamu boleh pergi" jawab Putri Zetian. Pelayan itu pamit dan menjalankan perintah Putri Zetian. Bibi Yin yang terkejut mendengarnya bertanya pada Putri Zetian. "Putri, apakah yang dilakukan Putra Mahkota tidak menyakitimu?" tanya Bibi Yin. "Bibi, mendekatlah" jawab Putri Zetian. Bibi Yin kemudian mendekat dan Putri Zetian membisiki sesuatu, pada awalnya terlihat Bibi Yin terkejut lalu tersenyum. "Hamba mengerti Putri" kata Bibi Yin. "Ya sudah sekarang pergi beristirahatlah" perintah Putri Zetian. Bibi Yin kemudian pamit untuk pergi beristirahat dan Putri Zetian melanjutkan semedinya. Dan dari kejauhan terlihat seseorang mengawasi kediaman Putri Zetian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN