51

1223 Kata

Warna tembok yang dipilih untuk kantin adalah warna yang cerah, mengingatkan Edgar pada warna rumah Frederic yang ia kunjungi hari kemarin. Rumah aneh dengan atap jamur, di dalamnya didominasi oleh warna kuning, oranye dan hitam. Meski begitu, ia tetap tidak bernafsu makan. Ia hanya mengaduk makanan di piringnya. Saat ini hanya ia seorang yang berada di kantin. Ada tiga pengurus kantin dan ia bisa mendengar suara cakap-cakap mereka yang riang. Sungguh jauh berbeda dengan kantin di SQF. Kantin SQF berkali-kali lipat lebih besar dari pada kantin Tenebris agar cukup untuk diisi semua anak hingga para guru dan pelatih. Dan di sana suasana tidak seramah ini. Pengurus kantin tidak pernah diperbolehkan mengobrol seriang itu di kantin. Dering bel tepat pukul dua belas tengah hari. Suasana sepi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN