Suara langkah kaki yang mendekat membuat Della bergegas beranjak dari sofa, ia berlari kecil menghampiri Dito dan memeluk tubuh pria itu secara mendadak. Bahkan Dito sendiri terkejut dengan sikap Della yang agresif. "Aku punya hadiah buat Kakak," ucap Della begitu girang. Dito menunduk sedikit agar bisa melihat wajah Della yang hanya sampai bahunya, ia mengusap kepala Della lembut. "Hadiah apa, Bee?" "Tunggu di sini!" pinta Della. Wanita itu melepaskan pelukannya pada sang suami, kemudian mengambil sebuah kotak panjang kecil yang tergeletak di atas meja. Ia menyodorkan kotak tersebut ke hadapan Dito. "Ini apa hm?" tanya Dito dengan suara lembut dan pelan. "Buka aja, Kak." Senyuman manis tak kunjung pudar dari wajahnya. Kepala Dito akhirnya mengangguk pelan kemudian ia membuka

