Episode 122 Fira tersenyum lega, sekalipun mereka terlihat seperti orang yang bermusuhan tapi sebenarnya mereka adalah sahabat sejati. Perlahan ia membuka pintu kamar mandi lalu melangkahkan kaki menghampiri sang suami.”Aku senang suamiku baik-baik saja, tapi aku juga tidak menyangka bahwa kak Ulfi akan melakukan hingga seperti ini. Bagaimana pun paman Maulana adalah suamiku, selama aku masih hidup aku tidak akan pernah membiarkan siapapun memiliknya tapi mungkin juga paman Maulana juga tidak akan pernah bersedia menikah dengan Anisa sekalipun aku tidak ada. Karena suamiku tidak akan pernah menikahi seorang wanita yang memiliki saudara sepertimu.” Wanita itu menatap Ulfi penuh kebencian, dia sangat tidak suka melihat ada seseorang dengan niat mencelakai suaminya. “Jangan terlalu percaya

