Fio dan Gerka berhasil bertemu ayah Theo sebelum ia bertolak ke negara kelahirannya—Jerman. Ayah Theo menundukkan kepala dalam-dalam berusaha menyembunyikan wajah sedihnya seiring cerita Gerka dan Fio tentang Theo. Mereka berdua menceritakan semua kesakitan dan penderitaan yang selama ini Theo alami hingga apa yang membuatnya sampai meregang nyawa. Ayah Theo tidak siap dengan semua kenyataan mengenai anak sulungnya itu hanya bisa tertunduk dengan wajah penuh penyesalan. Kedua tangannya yang terkepal gemetar hebat. Rasa sedih, sesal dan nelangsa kini bercampur aduk dan menghancurkannya saat ini. Tangannya mengepal kuat, matanya merah akibat air mata yang ia paksa untuk tidak jatuh, ia memaksa agar cairan bening yang sedari tadi tergenang dipelupuk matanya tidak jatuh dan menghancurkan perta

