“Selamat pagi, selamat berbelanja di Indoapril.” Fio mengangguk singkat kepada kasir Indoapril yang menyambutnya begitu melihat kehadiran Fio. Fio buru-buru melangkah ke arah rak yang berisi deretan minuman, ia mencoba meraih satu-satunya minuman pereda nyeri saat tamu bulanannya datang. Belum sempat ia menggapai minuman itu, satu tangan yang lain mendahuluinya. Fio mendesah kecewa sambil memegangi perutnya. Ia bisa menaksir perutnya akan semakin nyeri malam nanti karena tidak mendapatkan obatnya. Mini market ini memang bukan satu-satunya yang menjual minuman pereda nyeri itu, tapi mini market ini adalah satu-satunya mini market terdekat yang bisa Fio jangkau dalam keadaan genting seperti ini. Alamat bakal guling-guling di kasur deh, pikir Fio. “Sepertinya lo lebih butuh ini.” Suara it

