Chapter 52

1717 Kata

“Hai, katanya lo sakit ya?” tanya Divya ketika aku tiba di dekatnya. “Wah, gue gak tahu kalau berita soal gue yang sakit jadi trending topic,” ujarku, lalu mendudukkan diri di kursi yang berada dideoan Divya dan temannya ini. Divya memutar bola matanya, raut tidak suka sangat kentara diwajahnya. “Aku juga tahunya dari Dimas, kok.” Oh Dimas, ya. Aku diam pada akhirnya. Tidak berniat bertanya lebih lanjut dan tidak ingin tahu juga kenapa topik mengenai aku yang sakit harus muncul dalam pembicaraan keduanya. “Bukannya kalian udah putus ya?” timpal temen Divya yang aku tidak ingat lagi namanya itu. Gak terlalu penting juga. “Iya.” “So, why you guys keep hanging out?” “Aku pikir alasannya gak jauh beda sama kenapa Dimas dan Divya masih berteman meski status mereka mantan,” balasku tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN