Mira tidak berhenti mengejekku ketika tahu motivasiku memasuki LENSA, ia mengataiku tidak jauh berbeda dengan dia. Aku tidak lagi berniat membantah dan mengatai pilihannya masuk MAPALA sebagai hal yang bodoh. Sebagai gantinya, aku menemani Mira mendaftar di sekre MAPALA. Berbeda dengan LENSA, sekre MAPALA lebih terlihat sangar, catnya bernuansa hitam coklat, bendera MAPALA berada di depan pintu, dari depan pintu kita seperti memasuki sebuah hutan kecil. Benar-benar tipikal mnusia pecinta alam mereka-mereka ini. Aku terkesan Mira mengambil formulir pendaftaran di salah satu anggota MAPALA yang memang ditugaskan sebagai panitia pendaftaran. “Isi disini aja, biar langsung bisa dibalikin,” ujarku sembari berdiri menyandar ke dinding dibelakangku dengan malas. “Palingan lo cuman sampe tahap n

