Bab 46 - Sidang (1)

1450 Kata

Tarik napas dalam, Rani... Sedari tadi aku terus menarik napas dalam, lalu mengembuskannya dengan begitu kuat. Terus berulang, rasanya aku bahkan tak dapat bernapas normal sekarang. Tanganku meremas rok hitam yang kukenakan hingga membuatnya sedikit kusut. Kekehan yang terdengar dari sampingku, membuatku menoleh. Aku mendelik kesal melihat Alfian yang tertawa keras melihat kegugupan yang sedang aku rasakan sekarang. “Jangan ketawa,” gerutuku menggembungkan bibirku kesal. “Fi...” pekikku mencubit pahanya dengan cukup keras sehingga membuat Alfian memekik kesakitan. “Ra... Sakit,” Dia menarik tanganku menjauhi pahanya lalu mengusapnya. Aku meringis, melihatnya mengusap pahanya dengan raut wajah yang begitu kesakitan. Menatap jemariku yang tadi mencubitnya. Aku tahu cubitanku sebenarny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN