Alfian berjalan mendekat, melihat Rani masih melamun sehingga tak menyadari keberadaannya. Tiba-tiba, ide jahil terlintas di pikirannya. Dia mengulurkan gelas berisi es kopi yang dia bawa ke bagian leher Rani. “Akkkhhh!” pekik Rani terkejut merasakan lehernya kedinginan. “Ya!” pekiknya lagi menyadari Alfian berada di depannya dan tertawa melihat mimik muka terkejutnya. “Apaan sih,” gerutunya mencemberutkan bibir kesal melihat Daddy Deeva menggodanya seperti ini. “Lagian apa sih yang dipikirin sampe enggak menyadari aku sedari tadi ada di samping, terus manggilin kamu,” decak Alfian menatap ibu dari Anaknya yang hanya bisa menarik napas dalam. Alfian terdiam meringis melihat wajah sendu yang Rani pikirkan sebelum kemudian menutup matanya sejenak. Wajahnya berubah sendu mengerti dengan ap

