Bab 29 - kedatangan mendadak

1551 Kata

“Huft...” Helaan napas dalam yang terdengar dari sebelah, membuatku menoleh dan melihat Rena menyandarkan tubuhnya ke kursi, hingga yang bersandar bukanlah punggung melainkan kepalanya. Beruntung, Dosen mereka barus saja pergi sehingga tingkah Rena sekarang tidak ditegur. Aku yang sedang membereskan peralatan menoleh ke arahnya yang kini menengadahkan kepala ke langit-langit kelas. “Kenapa?” Dia kembali menghela napas dalam, menaruh kedua tangannya di kedua saku. “kemarin lu ya bilang kepengen jadi campus couple dan mupeng punya pacar. Lah bukannya pacar malah dapat laki lo, mana kelihatannya ganteng banget pula,” desah Rena membuatku tertawa. “Makanya jangan kebanyakan mainin cowok,” kekehku membuatnya mendengus. “Gue nggak mainin cowok ya... Gue cuman nggak bisa nolak kalo ada cow

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN