“Good Morning, Everyone!” pekikan suara Rena yang terdengar sangat ceria dan menggelegar membuat semua orang yang ada di dalam ruangan mengarah ke arahnya lalu menggeleng. Sama sepertiku yang hanya menggelengkan kepala, merasakan bagaimana mood Rena bisa berubah begitu drastis. Padahal baru sedetik yang lalu gadis itu galau setengah mati karena lamaran kekasihnya dan kini dia sudah terlihat ceria kembali menyembunyikan semua perasaan yang dia rasakan. Aku sendiri berjalan ke arah kubikelku, sembari tersenyum melihat deretan foto Deeva yang membuat diriku menjadi lebih semangat. Keningku berkerut saat merasakan suasana yang awalnya ceria karena kedatangan Rena tadi berubah menjadi muram. “Ini karena di luar lagi hujan-hujannya atau memang lagi murung semua?” bisikku mendekati Widya yang

