"DORR!" Suara tembakan bergema di ruang rapat di kantor Alex. Suasana tegang dan terkejut menyelimuti ruangan saat suara tembakan memecah hening. Semua mata tertuju pada sumber suara, tak ada yang bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya. "Arrghh!" teriak Sebastian, wajahnya dipenuhi oleh ekspresi kemarahan dan frustrasi. "Jangan bodoh, Sebastian. Kalau kau keluarkan senjata itu, malah hanya akan menjadi petaka untuk dirimu sendiri. Jangan lupa, kamu berurusan sama siapa, Sebastian?" seringai Alex dengan nada tajam. Dia mencoba menekankan bahwa tindakan Sebastian hanya akan membawa malapetaka untuknya sendiri. Suasana di ruangan itu penuh dengan ketegangan, dengan konfrontasi yang semakin memuncak. "Dasar b******n, kau, Alex," ucap Sebastian terbata. "Sudahlah, jangan ba
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


