SIENA 38

1504 Kata

Siena, Ketika lo dalam bahaya, lo bakalan cuma mikir gimana caranya untuk selamat. Tapi ketika lo dalam masa patah hati, lo cuma bakalan mikir kalau rasanya sakit banget. _Siena_ Siena menarik napasnya sedikit sesak. Entah kenapa malam hari ini rasanya begitu dingin. Dia jadi ingat selimut yang sempat ia masukan ke dalam koper. Ah, iya, kopernya ke mana? Kepala Siena kembali berputar menjelajahi ruang gelap bermodal cahaya bulan itu. Dari benda-benda yang terlihat samar, Siena tidak melihat ada benda berbentuk mirip tas maupun kopernya. Oiya, ponselnya juga tidak ada. "Gue di tengah ruangan gelap. Nggak ada cahaya cukup, nggak ada benda tajam, nggak ada jendela yang pecah. Sial, ternyata bebas dari penculik nggak semudah kaya di cerita-cerita!" Sejenak Siena terdiam memikirkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN