Tavie berjalan menuruni tangga menuju ruang makan di mana semua anggota keluarganya sudah berkumpul. Tidak seperti biasanya, sarapan kali ini sangat sunyi dan semua orang bungkam. Terlebih Violet, Mamanya bahkan tidak mengatakan sepatah katapun padanya, jangankan menyapa, melirik pun Violet tidak mau. Tavie merasa diasingkan di rumahnya sendiri. "Kamu berangkat denganku saja." Zendra tersenyum tipis saat Tavie akan mengambil tasnya setelah menyelesaikan sarapannya. "Tidak, Ayah akan mengantar adikmu, Zendra," ucap Violet seraya membereskan meja makan. Lagi, tanpa melirik Tavie. "Tidak apa Ma--" Prang! Dengan membanting sendok dan piring--yang untung saja tidak pecah--Violet menatap nyalang pada Zendra. "Sekali saja kamu menuruti kemauan Mama, bisa?" Tavie mendelik. Ia menghela napas

