"Buka bajumu, Tavie." Tavie semakin mengeratkan pelukan pada tubuhnya. Ia menggeleng kuat. "Aku tidak mau!" Suaranya kentara dengan ketakutan. Tubuhnya mengigil karena takut dan juga suhu yang dingin menusuk ke tubuhnya. Pria itu tertawa. Tawanya sangat menakutkan dan membuat Tavie meringkuk di samping ranjang itu. Tidak pernah ia setakut ini sebelumya. "Ares sudah pernah melihatnya, bukan? Apa salahnya jika kamu membuka sekali lagi untukku?" Pria itu sangat lancang berkata pada Tavie seolah Tavie adalah seekor binatang jalang. Tavie menatap pria itu dengan tatapan terluka. "Aku bukan w************n seperti anggapanmu itu." Harga dirinya anjlok saat itu juga. Saat pria itu menatapnya dengan tatapan meremehkan dan merendahkan seolah Tavie hanyalah seonggok daging tanpa jiwa. Pria itu me

