Karin mendongak ke arah Ryan dengan mata yang melotot, ia memanyunkan bibir nya ke arah Ryan. “Baru juga dikasih hati, malah minta jantung,” kata Karin dengan kesal. “Kamu salah! Aku tidak minta jantung kok, aku hanya minta satu ciuman terima kasih saja darimu. Tidak lebih kok,” sahut Ryan, sambil mengedipkan sebelah mata nya. “Bibir nya jangan dimanyunkan dong! Kamu tidak mau aku tambah pengen nyaplok tuh bibir, bukan?” tambah Ryan lagi. Diraihnya tengkuk Karin dan jarak mereka pun hanya beberapa inchi saja. “Ayolah, Karin! Jangan malu-malu, kamu berhutang terima kasih kepadaku.” Kata Ryan, dengan tangannya yang turun ke pinggang Karin. Karin menghela napas dan dipejamkannya kedua matanya. “Baiklah! Satu ciuman, tidak lebih!” sahut Karin. Ia lalu menempelkan bibir nya ke pipi Ryan, ke

