Bab 54. Terjebak

1138 Kata

Sebuah pukulan keras mendarat dipipi Pedusa hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar. Pria itu hanya bisa menunduk dibawah kemarahan taunnya. Meskipun dia menyimpan kekesalan di dalam hati, tapi ia tak berani mengungkapkannya. “Aku sudah bilang padamu, kalau bulan kembar muncul kau harus berada di samping Lanka.” Pria bertudung itu mengambil kain untuk mengusap seluruh tangannya. Kain itu dibuang begitu saja setelah dipakai. “Kenapa kau mengecewakanku, Peduso?” Tersangka yang bersangkutan besimpuh sambil menundukkan kepala yang sangat dalam. “Ada pemberontakan. Aku tak punya pilihan lain, Tuan.” Pria bertudung menatap bulan kembar yang amsih setia bersinar. “Kau awasi Amerta. Tapi jangan menyakitinya.” “Baik, Tuan.” Peduso pun meninggalkan tempat itu. Setelah menjauh, ia mela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN