Bab 49. Lanka yang Malang

1121 Kata

Sebuah arena latihan yang dikelilingi oleh tembok beton, di dalamnya terdapat lapangan luas dengan berbagai media untuk latihan. Sebelas orang sedang mengasah kemampuan mereka masing-masing Namun untuk Amerta cukup tahu diri ketika dihadapkan ke-sepuluh ksatria lainnya, g hanya menjaga jarak. Mereka yang berlatih menggunakan kekuatannya, sedangkan ia berlatih fisik saja. Untuk itu, Amerta menghentikan aktivitasnya. Peduso yang melihat itu menyeringai, “Apakah kau cukup tua untuk mengembangkan kekuatanmu lagi, Amerta!” suara itu sangat mengelegar dan Amerta mendengarnya cukup jelas, tapi ia hanya acuh saja. “Mana Amerta kebanggaan Ares!” Sekali lagi, Peduso memprovokasinya. “Cukup...!” teriak Kennet karena telinganya sangat gatal. “Aku tak akan membela siapapun, tapi kau hanya membu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN