"Selamat ya, Nay," ucap suara di seberang sana setelah lama tak ada sahutan darinya. Aku sampai mengira Beni sudah memutuskan sambungan telepon atau malah ketiduran. Setelah Beni berbicara dengan Vio, aku kemudian mengambil alih telepon karena ingin berbicara dengannya. Biasanya aku tidak pernah begitu, hanya membiarkan Vio yang berbicara dengan Beni dan aku jarang sekali bergabung, hanya jika ada hal penting tentang Vio yang harus aku bicarakan dengan Beni, baru aku akan berbicara di telepon dengannya Aku baru saja mengatakan pada Beni tentang rencana pernikahanku dengan Nino. Awalnya aku tidak ingin memberitahunya secepat ini, karena bagi Beni, ini adalah hal yang bukan urusannya. Tapi karena berkali-kali Vio bercerita tentang Nino pada Beni dengan panggilan 'papa', sepertinya aku haru

