Aku tidak ingin kembali ke bakery sekarang, tidak ingin bertemu Nino, apalagi Beni. Tapi suara Bimo yang terdengar panik membuatku berpikir dua kali. Kenapa dua lelaki itu bisa muncul di saat yang bersamaan? Apa tidak ada cara lain selain membuat perasaanku bertambah kacau? Berbagai pikiran muncul di kepalaku. Ah! Tidak mungkin! Pasti cuma khayalanku saja yang memikirkan jika mereka berdua akan bertengkar hebat. Jika memang benar, mereka pasti akan mengacaukan keadaan bakery. Bimo sudah menungguku di parkiran saat aku baru keluar dari toko. Aku menghela napas panjang. Sebenarnya hari belum terlalu siang untuk melanjutkan berkeliling toko dan mencari benda-benda unik di dalam sana. Tapi untuk hal satu ini tentu aku tidak bisa berlama-lama lagi di tempat ini. "Mereka sudah pulang?" tanyak

