38 PERANG BATIN

1611 Kata

*** Apa Indra betul-betul menginginkan keberadaannya hanya ketika butuh itu? *** Bagaimanapun, kedatangan Mar tadi siang membuahkan perasaan hampa itu kembali padanya saat menyambut Indra pulang kantor. Masih tidak ada perilaku manis. Masih saja pria itu melontarkan kalimat yang biasa saja sesuai rutinitas. Semuanya masih tidak berbeda dari hari kemarin.  "Ini kopinya, Pak." Iif melirik pria itu yang justru memalingkan pandangan, terfokus pada Lina, tersenyum pada buah hati mereka. Tidak sedikitpun Indra menoleh ke arahnya, pun dengan mengangguk sekalipun. Hanya sahutan 'hem' yang diperdengarkan Indra.  Semakin saja Iif merasa seperti pembantunya.  Kenapa laki-laki ini begitu polos!? Allahu akbar.... Namun, segawat apa pun gerutuan di pikirannya, Iif memilih untuk bungkam dan duduk b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN