*** “Berapa mantanku?” *** “BU IIF! Depok!” Kembali, ia menggantikan kelas perwalian seseorang, kembali pula seruan itu menggema dari meja piket. Mang Odang, si pesuruh sekolah, memanggil Iif. Hingga hari ini sudah yang kelima kalinya telepon itu berdering di sekolah---setidaknya dua bulan sejak hari luapan kemarah Iif tentang betapa plin-plannya Indra. Mengetatkan pegangannya pada kertas ulangan harian pelajaran Al-Quran Hadits, Iif menyeru, “Tinggal saja, Pak! Aku ke sana!” Mang Odang menghormat kepadanya, lanjut mengerjakan tugas mengelap kaca di lorong pintu keluar bagian tengah MA ini. Itu adalah balasan klasik pria paruh baya ceria itu, Iif menyukainya. Usai meletakan kertas-kertas ulangan, Iif mengambil gagang telepon meja piket. “Halo, assalamu’alaikum?” “Waalaikumus

