POV SAM (IBU ANNIE) Di kamar putriku, air mata membasahi pipiku. Rasa bersalah menghantamku. Aku merasa gagal melindunginya, gagal melihat tanda-tanda bahaya dalam hubungannya dengan Liam. Dia begitu bahagia, menutupi luka hatinya yang ternyata begitu dalam. Seharusnya aku memperingatkannya, mencegah rasa sakit ini. Aku membelai bantalnya, masih beraroma parfumnya. Gadis manisku. Aku takut kebahagiaannya sirna, takut kegembiraan yang selalu dia pancarkan akan hilang. Kita semua mencintainya karena itu, karena dia selalu membawa cahaya. Aku begitu naif, mengira Liam akhirnya jatuh cinta padanya. Aku buta. Tak seorang pun curiga hubungan rahasia Liam dan Maria. David dan aku sangat terkejut. Susan, walau bukan ibu kandung mereka, selalu menyayangi mereka sama rata. Seandainya kami lebih p

