Asha melesakan mobilnya terparkir sempurna di halaman rumah. Sebelum turun Asha melirik dua kantung plastik di kursi belakang. Dia tengah berasumsi tentang reaksi Harris saat dia pulang dengan berbagai makanan gratis. "Seharusnya Mas Harris juga senang. Hari gini, siapa coba yang gak senang dapet rejeki tak terduga kayak gini?!" ujar Asha bermonolog. Asha masuk ke rumah dengan wajah yang terus-menerus tersenyum. Hari itu, harinya Asha. Sejak pagi dia hanya menyiapkan sarapan seadanya yang tetap di lahap habis suaminya. Kemudian berlenggang melepas rindu dengan kedua sahabatnya. Di saat bersamaan, dia mendapat pengalaman makan siang istimewa, lalu kembali ke rumah dengan beberapa kotak makanan yang dia terima secara cuma-cuma. Asha bahkan tak perlu memasak lagi untuk makan malam. E

