Part 17

842 Kata

"Anak siapakah yang sedang kamu kandung ini? Aku harus memberitahu keadaanmu pada ayahnya." Arleta menatap Sarah yang berwajah pucat. Sarah menatap pandangan kosong. Ia begitu hancur mendengar pernyataan Dr. Hartono akan penyakitnya dan kehamilannya. Seakan malaikat sedang memberikannya harapan tapi di lain sisi malaikan maut sedang dalam perjalanan menjemputnya. Walaupun Dr. Hartono berkata ia masih bisa di sembuhkan. Tapi Sarah tahu maksud dari perkataan dokter hanya memanjangkan umurnya sebentar di dunia ini. Dan ia tidak mungkin rela mengorbankan anaknya dengan perpanjangan umurnya. Tidak, ia tidak akan membiarkan itu terjadi. Ia akan melindungi anaknya. Buah cintanya dengan Erick malam itu. Malam perpisahan sekaligus malam di mana Erick melamarnya sebelum ia harus berangkat ke Jerman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN