Beberapa hari setelah acara pertunangan teman Erick yaitu Bram dan Arleta, tidak pernah terpikirkan olehku jika aku akan kedatangan kamu salah satu dari pasangan yang baru saja bertunangan itu. Arleta tersenyum padaku, senyum yang aku jamin semua pria akan bertekuk lutut di hadapannya. Ia terlihat begitu anggun. Dengan sebuah dress bunga selutut berwarna peach dan rambut gelombangnya yang ia biarkan tergerai bebas. "Hai," sapanya dengan suara merdunya. . "Hai," jawabku. "Boleh aku masuk?" tanyanya. "Tentu saja." Aku memberikan jalan padanya sehingga ia bisa masuk ke dalam rumahku. Aku mempersilahkan Arleta duduk. Bahkan dilihat dari cara duduknya ia terlihat anggun. Benar-benar membuat minder semua wanita di dunia ini. "Apakah kamu akan pergi ke suatu tempat?" tanyanya setelah ia

