Pagi ini aku terbangun dengan seluruh badan yang terasa pegal-pegal. Perlahan aku mulai mengingat dengan apa yang baru saja terjadi semalam. Wajahku merona mengingatnya. Kutatap Erick yang masih tertidur memelukku. Wajahnya terlihat lelah dalam tidurnya. Sempat terlintas dalam pikiranku sebenarnya apa yang terjadi semalam. Sebab ia terlihat begitu kusut. Tapi aku tidak akan memaksanya. "Sudah puas melihat apa yang kau pandang sejak tadi?" Mata yang terpejam itu perlahan terbuka dan menatapku. Aku tidak tahu bahwa Erick sudah bangun. "Percaya diri sekali kamu. Memangnya aku sedang memandangmu?" Ia mengetatkan pelukannya. Dan hal itu membuatku merasa nyaman. Jantungku pun rasanya ikut berdentang ria merayakan kebahagiaan yang sedang kualami saat ini. Aku yakin, aku telah jatuh ci

