Tidak. Amoura ingin hidup lebih lama lagi. Amoura tidak seharusnya melakukan ini. Makian tak beretika Alan. Teriakan putus asa Revan. Nama yang memenuhi telinganya saat ini hanya ada dirinya. Amoura. Lelehan panas itu saling berdesakan, berjatuhan dipipinya saat menatap mata kelabu yang hanya terdiam membisu. Mengacungkan senjata yang masih membidik tepat dikepala Amoura, jemari yang mencengkram senjata yang kapan saja mampu merenggut kehidupannya itu semakin bergetar semakin hebat. "Apa kau begitu tidak ingin bersamaku?" Amoura tak bersuara, hanya menatap sepasang mata kelabu yang kini menatapnya terluka. Menulikan telinga, pria itu bahkan tak lagi peduli titik merah yang mengarah kepenjuru tubuh mereka. "b******k! Sisir area selatan!" "AMOURA!" "Tim Al
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


