Part 16

1283 Kata

"Lihat calon menantumu, Will. Ini belum sehari dan dia sudah membuat masalah." "Nenek."    Aku menunduk menatap sarapanku tanpa minat, mengingat ibu Revan masih menatapku dengan tatapan yang sangat sulit kuartikan tanpa mengucapkan sepatah katapun padaku. "Cukup, Ibu. Amoura, habiskan sarapanmu."   Aku mengangkat wajahku sebentar sebelum membalas senyuman hangat Dad Revan. "Terimakasih." "Tidak apa apa, oh yah apa kita bisa bicara nanti?"    Aku mengerutkan keningku melirik Ara yang sedang melahap Pancake nya dengan rakus yang juga diam diam melirikku. Percayalah, Manager Ara akan menangis darah jika melihat bagaimana rakusnya gadis ini saat makan. "Dad, aku dan Amoura ada urusan setelah ini." "Urusan apa itu?"     Aku kembali melirik Ara sebelum menoleh menatap Dad Revan. "Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN