*** Mata biru seindah samudra itu menatap dengan datar ponsel ditangannya, wajah tampan dengan rahang tegasnya tampak begitu dingin saat kakinya mulai melangkah menyusuri lorong sekolah adiknya yang entah mengapa bisa membuat masalah hingga sejauh ini. Ia menghela nafasnya saat menemukan sosok adiknya yang tampak begitu gelisah di depan sebuah ruang kesehatan. "Ara?" Gadis itu mengangkat wajahnya yang tampak pucat pasih dengan mata yang mulai berkaca kaca kaca karna tatapan dingin kakak tersayangnya. "Revan." Bibirnya bergetar, dengan tangan yang saling bertautan dengan gelisah. "Apa yang terjadi Ara?" "Aku-aku hanya melarangnya pergi, tapi dia tidak mendengarkanku. Dan aku- aku tidak sengaja membuatnya terjatuh hingga ia pingsan. Aku tidak bermaksud, dia saja ya

