Greisy dan Rendal menyudahi liburan mereka. Rendal membawa Greisy ke apartementnya, mereka sepakat menjalin hubungan. Saat Rendal dan Greisy bersama, ibu Greisy menghubungi ponselnya.
"Kamu dimana segera kerumah ibu. Ayahmu sakit memikirkanmu. Suamimu mencarimu, kamu memalukan nama keluarga Esy!!"
"Iya bu."
Greisy terpaksa harus pulang kerumah orang tuanya.
"aku harus kerumah orang tuaku dulu. Ayahku sedang sakit,"
"Luna jangan pergi sendiri, Aku akan mengantarmu, sekalian bertemu dengan kedua orang tuamu,"
"Jangan waktunya belum tepat. Aku akan memberitahu kanmu tentang siapa aku sebenarnya saat semua sudah waktunya,"
"Jangan memaksakan jika kamu belum siap Luna. Cukup kamu saja selalu bersama ku, aku tak pernah meminta lebih hanya kamu,"
Greisy merasa sangat bersalah pada Rendal. Rendal lelaki yang baik. Greisy pergi kerumah orang tuanya seorang diri. Sesampainya di rumah sudah ada Rico di sana, Greisy yakin ini semua pasti rencana Rico.
"Plak"
Siska ibu Greisy menampar pipinya dengan keras.
"Dasar anak tidak tau diri!! Kamu meninggalkan suamimu dirumah sendirian dan kamu malah berselingkuh dengan lelaki lain. Ibu kecewa padamu Esy," ujar Siska dengan marah.
"Ibu dengarkan penjelasanku. Itu tidak seperti yang ibu bayangkan. Rico yang menyuruhku untuk berselingkuh, Rico dan ibu mertuaku malah menyimpan perempuan lain dirumahku sendiri. Tidur dikamarku,"
"Ibu cukup jangan marahin Esy, ini semua salahku. Salahku yang tidak bisa menjadi suami yang baik bagi Esy sehingga Esy mengkhianati cintaku yang tulus padanya. Dan tentang si Anita aku sudah mengusirnya Esy. Aku sangat mencintaimu Esy," Rico menangis memohon pada Greisy.
Greisy melihat Rico dengan jijik, dia tak menyangka Rico sangat pandai bersandiwara. Rico menyebab ini semua malah , sekarang dia playing victim berlaku seperti korban. Greisy tak memperdulikan Rico, Greisy masuk ke dalam kamar ayahnya melihat ayahnya yang terbaring lemah di ranjang.
"Ayaah..." panggil Greisy dengan suara lembut.
"Esy, kamu sudah datang nak," Ayah Greisy duduk dengan lemah.
"Iya ayah,"
"Apa kamu bahagia nak?" Ayah Greisy memandang lembut pada Greisy. Pandangan seorang ayah yang sangat menyayangi putrinya.
Greisy hanya diam, dia tak mampu menjawab pertanyaan ayahnya.
"Jawablah nak, ayah tak ingin putri ayah sedih dan terluka. Katakan ada masalah apa sebenarnya pada ayah, ayah selalu ada untukmu nak,"
"Ayah... ayah." Greisy menangis disamping ayahnya. Sangat sesak hatinya melihat ayahnya seperti itu.
Greisy tak mampu mengatakan hal yang sebenarnya pada ayahnya, dia tak ingin ayahnya makin terluka. Sudah cukup selama ini ayahnya banting tulang membiayai keluarganya.
"Ayah tak pernah menginginkan putri ayah bersedih. Jika kamu tak bahagia dengan pernikahanmu, buatlah dirimu sendiri bahagia. Jangan memikirkan keluargamu tapi pikirkan kebahagiaanmu, walau Rico banyak membantu keluarga kita tapi ayah tak ingin kamu berkorban hanya demi keluarga. Kamu sudah dewasa saatnya kamu berbahagia dengan pilihanmu. Ayah melihat hanya kesedihan dalam matamu nak,"
"Ayah... maafkan Esy ayah, ayah jangan banyak pikiran. Esy bahagia ayah," Greisy menangis lagi melihat ayahnya. Dia hanya ingin ayahnya bahagia walau dia harus mengorbankan cintanya pada Rendal.
Greisy akhirnya pulang bersama Rico, Rico masih bersandiwara dengan aktingnya yang memuakkan. Bukan rasa simpatik yang di dapatkan Rico tapi rasa benci yang Greisy rasakan melihat kelakuan suaminya yang sok suci.Greisy terpaksa pulang ke rumahnya bersama Rico.
"Masuklah ke dalam rumah sudah tak ada mami dan Anita. Aku sudah menyuruh mereka pulang." ujar Rico
Greisy masuk ke dalam rumah dengan cuek dan tak memperdulikan Rico.
"Esy kamu kemana selama 3hari? Kamu jual diri yaa?" tanya Rico.
"Terserah padaku, bukan urusanmu," jawab Greisy acuh.
"Kau dengarkan aku jalang!!" Rico menjambak rambut Greisy lagi.
"Kau adalah milikku. Aku tak akan membiarkanmu bebas dengan mudah,"
"Lepaskan aku Rico!!! Cukup semua perlakuan burukmu padaku. Aku ingin kita cerai!!!"
"Plak"
Rico menampar Greisy, pipi Greisy memerah.
"Sakit kah Esy??? Mau kutambah lagi"
"Plak, Plak, Plak..."
Rico menampar Greisy lagi berkali kali dengan sangat keras menyebabkan sudut bibirnya berdarah.
Rico menjambak makin kencang rambut Greisy.
"Kau pikir akan dengan mudah bercerai denganku Esy. Tak semudah itu Esy, kau harus kuberikan pelajaran agar kau tau diri."
Rico menyeret Greisy dengan kasar dan menghempaskan tubuh Greisy ke dalam gudang.
Rico dengan semangat menedang Greisy, Greisy meringkuk tubuhnya menahan tendangan Rico. Rico menarik tubuh Greisy, mencium bibir Greisy dengan kasar. Greisy menutup bibirnya tak membiarkan Rico menciumnya, Rico memegang wajah Greisy.
"Jadi kau tak mau lagi berciuman denganku hah!!"
Rico memukul bibir Greisy berkali kali sampai bengkak, sakit sekali rasanya. Greisy sampai tak bisa merasakan bibirnya lagi, bibirnya bengkak dan berdarah.
"Bugh"
Rico memukul perut Greisy...
"Aaakkk ririricoooo" suara Greisy tercekak, napasnya seakan terhenti, sangat sulit untuk Greisy menarik napasnya, pukulan Rico sangat kencang terasa sakit diperutnya, Greisy menunduk memegang perutnya kesakitan. Greisy tak bisa mengeluarkan suara, tak bisa menangis. Semuanya terasa sakit, badannya, hatinya.
"Kau tinggal disini, perempuan jalang" Rico menjambak keras rambut Greisy dan menghempaskan tubuh Greisy yang kesakitan di dalam gudang, membanting pintu gudang dan mengunci Greisy sendirian di dalam gudang.
Greisy menangis, apa belum cukup semua hal yang dilakukan Rico padanya. Salah kah dia yang sudah tak mencintai Rico lagi, hanya rasa sakit yang dirasakan Greisy. Tak tau kah Rico kalau dia sangat takut diruangan gelap dan sempit.
"Rico buka pintunya Rico." Greisy berteriak dengan kencang.
Rico tidak memperdulikan teriakan. Rico mencuci tangannya yang ada bekas darah dari bibir Greisy, Rico menangis merasa dirinya seorang pecundang, menangis sendirian di kamarnya. Dia menyesal sering berlaku kasar pada Greisy, dia ingin hidup bahagia dengan Greisy seperti dulu. Dia memang salah dan egois tapi dia terpaksa melakukan itu demi kebaikan Greisy juga. Dia hanya ingin Greisy hamil tapi bukan berarti Greisy bisa berselingkuh dengan lelaki lain. Greiy hanya miliknya tapi dia juga tak rela tubuh Greisy di pakai lelaki lain. Dia memang salah menyuruh Greisy mencari lelaki lain.
"Maafkan aku Esy..." Rico menangis sendiri dikamarnya.
"Aku mencintaimu Greisy, jangan mengkhianatiku Greisy" Rico menangis meraung raung sendirian.
Rico mengambil minuman di mini bar dalam rumahnya, Rico menumpahkan rasa sakitnya sendiri dengan minuman. Rico memandang foto pernikahan mereka dulu, Greisy sangat cantik dan tersenyum bahagia di foto tersebut. Kebahagian mereka hanya sebentar saat malam pertama, Rico merasa gagal sebagai suami. Dia tak bisa memberikan Greisy kepuasan. Greisy sudah melakukan semua hal yang terbaik untuk membuat Rico berdiri dan tegang tapi hasilnya tetap sama. Sering Rico dan Greisy berganti ganti dokter, mengobati kelainan dari miliknya yang sangat sekali tidak bisa berereksi. Greisy selalu menerima segala kekurangan Rico.
"Esy jangan tinggalkan aku..." Rico meminum minumanya sampai habis dan tertidur di sofa ruang tamu.