part 30. janji

1008 Kata

Senin pagi biasanya menjadi momen yang paling dibenci Kaizan karena ia harus kembali ke rutinitas kantor yang menjemukan. Namun, kali ini ada yang berbeda. Kaizan bangun lebih awal, bukan untuk memeriksa email, melainkan untuk membantu Yasmin menyiapkan bekal sekolah Rafka dan Aksa. "Kai, kamu bisa terlambat ke rapat pemegang saham kalau terus mencoba membentuk nasi kuning Aksa menjadi wajah beruang," goda Yasmin sambil memasukkan botol minum ke tas Rafka. "Rapat itu bisa menunggu, Yasmin. Tapi kepuasan Aksa melihat beruang di kotak makannya adalah prioritas utama," sahut Kaizan dengan nada serius yang jenaka. Kaizan tampak sangat konsentrasi, jari-jarinya yang biasa menandatangani kontrak jutaan dolar kini sibuk menata butiran wijen hitam untuk mata si beruang nasi. Rafka masuk ke da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN