part 28. piknik keluarga

1275 Kata

Pagi itu, matahari Jakarta seolah setuju untuk tidak terlalu terik. Sinarnya masuk melalui sela-sela gorden sutra kamar utama dengan lembut, menyentuh wajah Yasmin yang masih terlelap. Biasanya, Yasmin adalah orang pertama yang bangun untuk menyiapkan segala keperluan Aksa, namun pagi ini, ia merasa sepasang lengan kokoh masih memeluk pinggangnya dengan erat, menahannya dalam kantuk yang nyaman. "Lima menit lagi, Yasmin," bisik Kaizan dengan suara serak khas bangun tidur, kepalanya terkubur di ceruk leher istrinya. Yasmin terkekeh kecil, mencoba berbalik meski ruang geraknya terbatas. "Kai, matahari sudah tinggi. Anak-anak pasti sudah bangun. Nanti mereka menggedor pintu." "Biarkan saja. Abang pasti bisa mengurus Aksa sebentar. Aku hanya ingin menikmati momen ini," jawab Kaizan akhirn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN