Lantai 42 Menara Saverio mendadak berubah menjadi sebuah akuarium kaca yang kedap suara. Kehangatan yang biasanya menyertai interaksi antara Kaizan dan Vania menguap, menyisakan profesionalisme yang begitu tajam hingga terasa menyakitkan. Vania telah memutuskan, jika ia tidak bisa menjadi pelipur lara, maka ia akan menjadi robot yang paling efisien namun tak berjiwa, sebuah taktik tarik-ulur untuk memancing Kaizan agar melintasi garis batas terlebih dahulu. Pagi itu, Vania meletakkan laporan harian di meja Kaizan tanpa sepatah kata pun. Tak ada aroma cendana dan tak ada senyum tipis, bahkan tidak ada tatapan mata yang biasanya mencari konfirmasi. Vania mengenakan kemeja putih kaku yang dikancing hingga ke leher, rambutnya disanggul sangat rapi, hampir tanpa celah. "Vania, jadwal hari

