EPILOG

2444 Kata

Rutinitas sehari-hari telah kembali seperti biasa. Divia yang lagi-lagi seperti komando menyuruh ini dan itu mulai beraksi. Bahkan ketika keduanya naik motor menyusuri jalan pulang, Divia kembali mengomando. Memang susah, sih. Apalagi cowok satu ini memang aneh bin ajaib. Kadang kalau bawa motor sering suka nabrak sesuatu di depan. Cukup diragukan memang Rafanza ini punya SIM betulan atau tidak. "Hih, Fa, kapan sih lo beneran dikit kalo nyetir?! Nggak bisa, ya? Gedek gue lama-lama!" Divia melepas helm-nya dan menyurungkannya pada Faza. Faza masih cemberut menatap helm di tangannya. "Tadi gue kan nggak lihat kalau ada angkot." "Makanya mata lo dipake baik-baik. Ngerti?!" Divia mencebikkan bibir sambil meraih pintu gerbang. "Udah ah, gue mau masuk dulu. Bye." Faza melangkah turun dan men

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN