Chapter 49

2151 Kata

Mentari yang muncul dari ufuk Timur yang telah naik merangkak ke kaki langit secara perlahan menyoroti bumi dengan cahayanya yang terang benderang diam-diam mengintip dari celah-celah kaca jendela, menembus dan menghantarkan kilaunya hingga mengusik Damian. Pria bernetra sebiru laut yang menenangkan itu masih bergelung nyaman di bawah selimut sejak setelah menjalankan salah satu kewajiban umat Muslim di kala semburat fajar masih malu-malu bersembunyi di balik langit hitam di mana udara masih terasa dingin menusuk kulit dan sumsum, berbeda dengan wanita bernetra coklat madu yang sedari tadi fajar menyingsing, segala bentuk pekerjaan rumah telah ia bereskan bersama pelayan rumah. Damian melenguh, matanya mengerjap-ngerjap hingga akhirnya terbelalak sempurna, menampakkan dua manik indahnya y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN