Chapter 25

2377 Kata

Dimas masih menatap lekat gadis yang sedari tadi belum juga membuka matanya dengan wajah yang tak terbaca. Jika mereka saling mencintai dan melakukan hal itu sama-sama suka, kondisi Tania tidak mungkin seperti ini. Apa jangan-jangan b******n itu memerkosanya hingga hamil, lalu Tania stres dan berdampak buruk pada janinnya sehingga janinnya tidak bisa terselamatkan? Bagaimanapun Tania seorang wanita, meski janin itu hadir dari sebuah kesalahan, ia pasti merasa bersalah karena tidak bisa mempertahankan janin itu, karena itulah ia meracau 'bukan pembunuh'. Tapi, bagaimana jika pada kenyataannya Tania sebenarnya mencoba menyingkirkan janin itu dan sekarang ia merasa bersalah? Pikiran pria itu berkecambuk, beberapa spekulasi terus menghantamnya hingga sebuah erangan ke luar dari mulutnya ser

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN