"Hi Rose cepatlah bangun kamu akan terlambat nanti"kata seorang wanita berumur 37 Tahun.
"Iya ma,aku bangun"kata gadis cantik bernama Rose yang ternyata dibangunkan oleh ibunya Nia.
Rose pun segera berangkat sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu.Dia sudah sangat terlambat,tapi tidak lupa dia berdoa terlebih dahulu dan berpamitan dengan ibunya.Jangan ditanya di mana ayahnya,ayahnya sudah meninggalkan dia dan ibunya demi wanita lain.
"Hi Rose"sapa sahabat Rose yang bernama Daina.
"Hi Na" sapa rose dengan suaranya yang lembut dan pelan.
"Tumben jam segini baru datang biasanya kamu paling awal datangnya" ujar Daina sambil tertawa ringan.
"Oh soalnya ak-" kata kata Rose terhenti ketika mendengar suara dari seorang Guru BK bahwa upacara akan dimulai.Rose dan Daina pun berlari ke arah lapangan.Betapa terkejutnya mereka saat melihat ada beberapa pemuda tampan tetapi seragam nya berbeda dari mereka dan cenderung kurang rapi.
"Baiklah murid-murid ku disini saya akan memperkenalkan siswa-siswa dari SMA GARUDA yang akan mengikuti kegiatan bersama sekolah kita SMA JAYA dalam meneliti sistem sekolah masing-masing,kalian akan saling datang ke sekolah masing-masing dan melihat bagaimana kegiatan keseharian yang dijalani masing-masing sekolah.Dimulai dari sekolah kita ini." ujar Kepala sekolah.
"Ihhh Ros aku senang banget berarti kita bisa dong lihat cogan-cogan itu terus." Daina tampak sangat antusias.
"ROSE ALEXANDER kamu dengar gak sih aku ngomong apa?" Daina pun kesal karena Rose tidak mendengarkan apa yang dia katakan.
Rose pun masih diam karena tatapan nya tertuju diantara para cowok itu yang berada ditengah diantara berlima.Cowok itu tampak diam saja dengan muka yang datar dan memakai kacamata yang memancarkan aura yang tidak bisa ditebak.
"Nak Daniel Mahendra selaku ketua dari perwakilan sekolah ada yang ingin kamu sampaikan ke teman-teman baru mu?" ujar Kepala sekolah.
"Semoga saja kegiatan ini berjalan dengan lancar tanpa ada halangan dan drama yang dibuat-buat." ujar Daniel dengan muka datar dan sedikit menyindir.Daniel pun memberi arahan dengan tatapannya agar Kepala sekolah melanjutkan pembicaraannya.
"Baiklah Sekiranya informasi dari saya,informasi lengkapnya akan di umumkan oleh Wali kelas dan kelas yang mewakili hanya 1 saja,akan dipilih 3 Siswi dan 2 Siswa untuk mewakilkan kelas dan sekolah." Ujar Kepala sekolah.
Para murid pun kecewa dan hanya bisa saling berbisik.
"Baiklah itu saja informasinya,silahkan melaksanakan upacara" ujar Kepala sekolah mengakhiri pemberitahuan.
Upacara telah selesai para murid pun segera bubar dan kembali ke kelas tetapi banyak murid pun yang lebih memilih pergi ke kanting dan bolos pelajaran saja.
Rose dan Daina sedang berjalan ke arah kelas dengan mengobrol kecil tentang kegiatan mereka dirumah semalam,tanpa diketahui Daina pikiran Rose tertuju hanya kepada lekaki yang dia perhatikan yang ternyata bernama Daniel.
"Daniel" Batin Rose saat melihat Daniel beserta 4 orang lainnya berjalan dari arah tujuan mereka.Demi apapun jantung Rose berdebar saat ini juga.
Saat Rose dan Daina tetap berjalan begitupun Daniel dan lainnya,mereka berhenti di pintu kelas Rose dan Daina yang membuat mereka terkejut.Daniel menatap Rose dengan dalam tanpa bersuara.Daniel menatap papan nama Rose
"Gadis ini ternyata yang dicari" ujar Daniel dalam hati.Daniel pun masuk kedalam kelas Rose Dan Daina disusul dengan yang lainnya,meninggalkan Rose dan Daina yang terpaku.
"Ros ada apa sih ini kok perasaan aku gak enak sih" ujar Daina
"Aku juga merasa gelisah sih" ujar Rose.Tatapan yang Daniel berikan benar-benar buat Rose terpaku dan bingung.
"Apakah jika kelas ku yang terpilih,kegiatan ini akan berjalan lancar? aku bahkan sudah merasa akan terjadi sesuatu nanti." Batin Rose.
Cerita ini bukan hanya tentang percintaan tetapi bagaimana masa lalu mempengaruhi cara berpikir kita dalam kehidupan dan mengambil keputusan.Akan ada banyak hal tidak terduga dan akhir yang bahagia masih menjadi teka teki.