Nafsu makan Kara hilang. Dia teringat bagaimana Sajak dengan akrabnya menyapa Mitha saat gadis itu bergabung dengan mereka di kantor. Kara tidak pernah tahu, bahwa ternyata Sajak bisa mempengaruhi nya sampai seperti ini. Padahal sampai kemarin Kara masih denial bahwa dia tidak mungkin suka pada Sajak yang menyebalkan itu. Tapi saat ini, semua pikirannya langsung berubah. Dia tahu bahwa dia sudah terlanjur menyukai pria itu dan menemukan jalan buntu karena sepertinya kehadiran Mitha akan menjadi hambatan utama dalam perkembangan hubungannya dengan Sajak. Yang Kara ingat, dulu Sajak dan Mitha bahwa berhasil menjadi Queen and King kampus sampai dia periode. Luar biasa sekali. "Sumpah? Masa sih mereka langsung dekat?" "Beneran! Gue tadi lihat Sajak sampai ngelus-elus rambut anak baru itu.

