Eara memperhatikan raut wajah Adrel yang sangat keras. Dari saat dia menjemputnya dengan sangat mendadak di kampus, sampai mereka masuk ke dalam mansion suaminya itu masih saja terlihat marah. Bahkan Eara mendengar Adrel menghubungi lecture head untuk mengadukan sikap murid-murid di sana. Bahkan bisa saling merendahkan satu sama lain. Eara menarik napas dan menghelanya. Dia hanya memilih diam dan pergi ke kamar mandi. Dia butuh berendam untuk menenangkan pikirkannya. Eara membuka dress yang ia kenakkan dan berendam di air hangat. Ia melihat Adrel yang masuk ke dalam kamar mandi. Pria itu masih terlihat marah dan berjalan mendekati Eara. Duduk di sisi jacussi dengan tatapan yang terasa menusuk. “Aku sudah katakan padamu, aku tidak suka seseorang merendahkanmu,” ucap Adrel.

